**




**

“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Qs. Ghofir : 57).

**


"Sesungguhnya keadaannya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : "Jadilah!, maka terjadilah ia"(QS.Yasiin:82)


**


“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”.(Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)


**


"Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan Jin, maka ia mendurhakai perintah-Nya".(QS.Al-Kahfi:50)

**


“Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” (Qs. Yasin : 78)

**


"Dan apakah orang2 kafir tidak mengetahui, bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"(QS.An-Anbiyaa':30)


**


“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”(QS Ar Ruum:41).


**

"Sekali-kali tiadalah kuasa bagiku terhadapmu melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku".(QS.Ibrahim:22)


**

HOME >> NUSANTARA >> MUSLIM TAGS >> RENUNGAN >> E-BOOKS >> TIPS SEHAT ALA NABI
Tampilkan postingan dengan label MAKHLUK SPESIAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKHLUK SPESIAL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 03, 2020

Ketika Nabi Musa As Rindu, Ingin Melihat TUHAN-nya [Kisah Religie]

**

Pada suatu ketika Nabi Musa telah memenuhi panggilan Allah subhana wa Ta'ala. Beliau naik ke gunung sinai (Thursina) setelah beliau menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadah sendirian diatas gunung itu. Allah SWT pun berfirman dan menurunkan Taurat kepada beliau.

Illustrasi Oleh Pixabay

Kemudian Nabi Musa as pun sangat rindu untuk melihat wajah Sang Kekasih yang telah berkata-kata kepada nya, wajah Rabb nya.

" Dan tatkala Musa datang menurut waktu yang telah Kami tentukan . Dan telah berfirman Rabb nya kepadanya : berkatalah ia, ya Rabb perlihatkanlah (dirimu) keapadaku , agar aku dapat memandang Engkau"

Berkatalah Allah : Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihat-Ku, tetapi arahkanlah pandangan engkau ke gunung itu. Maka jika ia tetap pada tempatnya , niscaya engkau dapat melihat-Ku.

Setelah mendengar permintaan Nabi Musa as itu, kemudian Allah SWT berfirman : "Wahai putra Imran, sesungguhnya tidak akan ada yang sanggup untuk melihat KU, kemudian ia mampu untuk tetap hidup. "

Nabi Musa as berkata : Ya Rabbi, tidak ada sesuatupun yang menyekutui MU, sesungguhnya melihat MU dan kemudian mati itu lebih aku sukai daripada aku terus hidup tanpa melihat MU. Rabbi, sempurnakanlah nikmat, anugerah dan hikmat MU kepada ku dengan mengabulkan permohonanku ini, setelah itu aku rela mati "

Ibnu Abbas ra, sahabat Rasulullah saw meriwayatkan bahwa ketika Allah SWT mengetahui Nabi Musa as ingin dikabulkan, maka berfirman Allah : " Pergilah engkau, dan lihatlah batu di atas puncak gunung itu, duduklah engkau diatas batu itu, kemudian Aku akan menurunkan bala tentara KU kepada mu. "

Dan ketika telah sampai di puncak batu tersebut, maka Allah pun menurunkan bala tentaranya, para malaikat hingga langit ketujuh, untuk menampakkan diri kepadaya. Diperintahkan para malaikat penghuni langit untuk menampakkan diri di hadapan nabi Musa as. sambil mengeraskan suara tasbih, tahlil mereka, bagaikan suara petir yang menyambar-nyambar.

Kemudian para malaikat penghuni langit kedua diperintahkan menampakkan diri, dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam, mereka bersayap dan memiliki raut muka, diantaranya ada yang berbentuk seperti singa. Berlalu di hadapan Nabi Musa sambil mengeraskan suara -suara tasbihnya.

Mendengar teriakan-teriakan tersebut, Nabi Musa merasa ngeri dan kemudian berkata : Ya Rabi, sungguh aku menyesal atas permohonanku. Apakah engkau berkehendak untuk menyelamatkanku dari tempat ini ?

Pimpinan dari kelompok malaikat tersebut berkata :
Hai Musa, bersabarlah atas apa yang engkau minta, apa yang engkau lihat ini baru sebagian kecil saja.

Allah SWT memerintahkan para penghuni langit ketiga turun. Lalu keluarlah malaikat-malaikat yang tak terhitung jumlahnya dengan aneka ragam bentuk dan warnanya. Ada yang seperti api yang menjilat-jilat, mereka memekikkan tasbih, tahlil dengan suara hiruk pikuk menggelegar.

Nabi Musa semakin berputus asa. dan kelompok malaikat itu berkata : wahai Musa, bersabarlah hingga engkau tidak akan sanggup lagi untuk melihatnya.

Kemudian penghuni langit keempat turun.
Ada yang berbentuk seperti kobaran api yang menjilat-jilat, ada pula yang seperti salju. Dengan suara melengking mereka memekikkan tasbih dan tahlil.

Demikianlah , Penghuni dari setiap langit turun satu demi satu. Semua malaikat tersebut bergerak maju sambil cahayanya menyambar semua mata yang ada. Mereka datang membawa tombak yang sangat panjang dan lebar. Tombak-tombak itu bagaikan api yang bersinar terang benderang melebihi sinar matahari.

Nabi Musa as menangis dan meratap. Ya Rabbi, ingatlah aku, jangan Engkau lupakan diriku. Aku adalah hamba Mu. Aku tidak mempunyai keyakinan bahwa aku akan selamat dari tempat ini. Jika aku keluar maka aku akan terbakar, jika aku masih disini aku akan mati.

Ketua para malaikat itu pun berkata : Nyaris dirimu dipenuhi ketakutan dan nyaris hatimu terlepas wahai Musa. Tempat yang engkau gunakan untuk duduk adalah tempat yang akan engkau pergunakan untuk melihat Rabb.

Kemudian turunlah malaikat Jibril as, Mikail as dan Israfil as, beserta seluruh malaikat penghuni langit ketujuh, termasuk pemikul Al Arsy dan Al Kursi. Mereka secara bersama-sama menghadap kepada Nabi Musa as sambil berkata :

Wahai orang yang terus menerus salah. Apa yang menyebabkanmu naik ke atas bukit ini. Mengapa engkau memberanikan diri meminta Rabbmu untuk dapat melihat Nya ? Nabi Musa as gemetar hingga kedua lututnya seakan-akan luruh dari persendian.

Ketika Allah SWT melihat itu, maka ditampakkanlah tiang-tiang penyangga Al Arsy, lalu Nabi Musa as bersandar pada salah satu tiang tersebut hingga hatinya tenang.

Malaikat Israfil berkata : Hai MUsa, demi Allah, kami ini sekalipun pemimpin para malaikat, sejak kami diciptakan kami tidak berani mengangkat pandangan mata kami ke arah Al Arsy. Karena kami sangat khawatir dan sangat takut kepada Rabb. Mengapa engkau berani melakukan ini wahai hamba yang lemah ?

Setelah hatinya tenang, Nabi Musa menjawab : Wahai Israfil, aku hanya ingin mngetahui akan Keagungan Wajah Rabb ku yang selama ini aku belum pernah melihatnya.

Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada langit : AKU akan menampakkan Diri, bertajali pada gunung itu

Maka begetarlah seluruh langit dan bumi, gunung, matahari, bulan, mega, surga , neraka, para malaikat dan samudera. Semua bersungkur sujud, sementara Nabi Musa as masih memandang ke arah gunung itu.

Tatkala Rabbnya menampakkan diri diatas gunung , maka hancur luluhlah gunung itu dan nabi Musa pun jatuh pingsan.
Nabi Musa as seakan -akan mati karena pancaran Cahaya Allah SWT yang Mulia dan ia terjatuh dari batu dan batu itu sendiri terjungkal terbalik menjadi semacam kubah yang menaungi nabi Musa as agar tidak terbakar Cahaya.




Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril as untuk membalikkan batu itu dari tubuh nya. Wajah nabi Musa as memancarkan cahaya kemuliaan, rambutnya memutih karena cahaya.

"Maka setelah Musa tersadar kembali, dia berkata: Maha Suci Engkau , aku sungguh bertaubat kepada MU dan aku adalah orang yang pertama kali beriman
(QS. Al-A'raf).

Nabi Musa punn berkata,
"Saya beriman, bahwa sesungguhnya tidak ada seorangpun yang mampu melihat Mu ya Allah dengan mata lahir, kecuali ia akan mati."

Sumber:

Surat Al A'raf
kisahislamiah.blogspot.com/
sangembunpagi.blogspot.com

Kunjungi Juga:
Ketika Bumi Diciptakan
ADAM, Manusia Pertama

Kamis, Oktober 01, 2020

ADAM, Sosok Manusia Pertama Diciptakan

**

Adam adalah Manusia Pertama yang diciptakan Allah SWT. Pada saat itu, selain bumi dan seisinya, Allah juga menciptakan malaikat yang berasal dari cahaya dan iblis yang berasal dari api. 

Pixabay Galery

Saat Adam diciptakan, malaikat dan iblis kaget bukan main. Apalagi, Adam akan menjadi khalifah di muka bumi.

Mereka terhenyak dengan keputusan Allah. Mereka merasa, bukankan selama ini sudah menjadi mahluk Allah yang taat. Malaikat sempat bertanya kepada Allah mengapa bukan malaikat dan iblis saja yang diturunkan ke bumi.

Allah kemudian memberi pelajaran kepada Adam tentang semua benda yang ada di sekelilingnya. Adam pun dengan mudah mengetahui nama-nama benda itu. Lalu, Allah mengumpulkan para malaikat dan iblis untuk melihat Adam. Allah ingin menunjukkan kemampuan Adam agar mereka mau mengakui bahwa Adam layak menjadi khalifah di muka bumi.

''Wahai para malaikat, sekarang Aku minta kalian sebutkan nama-nama benda di hadapan kalian, jika kalian benar-benar mampu menjadi khalifah di muka bumi,'' seru Allah kepada malaikat dan iblis.

Para malaikat terhenyak mendengar pertanyaan dari Allah. Mereka terdiam seribu bahasa. Mereka sama sekali tidak tahu benda-benda itu.

''Kalian tidak tahu?'' tanya Allah lagi.

''Mahasuci Engkau. Tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijkasana,'' jawab para malaikat.

Allah kemudian berujar kepada Adam. ''Wahai Adam, coba kamu beritahukan kepada mereka segala sesuatu tentang benda-benda ini,'' firman Allah kepada Adam.

Adam kemudian dengan mudah menjelaskan semua benda-benda itu. Malaikat pun terpesona dibuatnya. Mereka sadar, Allah telah memuliakan Adam dengan memberikan akal dan pengetahuan kepadanya. ''Sekarang, bersujudlah kalian kepada Adam,'' perintah Allah lagi.

Img.PixabayGalery

Lalu, seluruh malaikat pun bersujud, kecuali iblis. Iblis menyombongkan diri dan mereka termasuk golongan kafir.

Allah pun berujar kepada iblis. ''Hai iblis, apa yang menghalangi kamu untuk bersujud kepada ciptaanku dengan kedua tanganku? Apakah kamu menyombongan diri atau kamu hanya merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi derajatnya?''

Iblis amat gemetar mendengar pertanyaan Allah. Tapi, rasa irinya sudah melampaui batas. Mereka kemudian berkata, ''Ya Allah, aku lebih baik daripada Adam karena Engkau cipatakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah.''

Mendengar jawaban iblis, Allah pun murka. Allah kemudian mengusir mereka dari surga. Iblis sangat ketakutan. Tapi, sebelum pergi, mereka meminta kepada Allah untuk diberikan umur panjang. Allah pun mengabulkan. Dan berfirman, ''Sesungguhnya, kalian termasuk mahluk yang akan hidup hingga hari kiamat,'' kata Allah.

Iblis kemudian berkata lagi, ''Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, niscaya akan aku sesatkan keturunan Adam kecuali sebagian kecil saja yang benar-benar ikhlas. Aku akan datangi mereka dari depan maupun dari belakang, dari kanan dan kiri. Sehingga, mereka akan mengikuti perintahku untuk berbuat maksiat.''

Setelah Adam hidup damai di surga, Allah kemudian menciptakan seorang perempuan untuk menemani Adam. Perempuan itu adalah Hawa. Allah kemudian menyampaikan kepada mereka, jika boleh menikmati semua makanan yang baik yang kamu sukai dan tidak terbatas yang ada di dalam surga. Tapi, ada satu peringatan Allah kepada mereka, untuk tidak mendekati sebuah pohon.

Adam dan Hawa memandang pohon yang dimaksud Allah dengan penuh keheranan. ''Kalian akan menjadi orang yang zalim bila memakannya,'' firman Allah lagi. Allah pun memperingatkan Adam dan Hawa bahwa iblis adalah musuh mereka. Jangan sampai iblis berhasil mengeluarkan mereka dari surga.

Adam dan Hawa berjanji akan mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah. Mereka kemudian hidup tentram dan nyaman di dalam surga. Melihat kebahagiaan mereka, iblis pun dengki. Dia lantas bertekad menggoda mereka supaya mau memakan buah terlarang tersebut.

Img Pixabay

Nyatanya, Adam dan Hawa memang tergoda. Mereka kemudian memakan buah larangan itu karena iblis mengatakan bahwa buah itu akan menjadikan mereka kekal di surga. Akhirnya, sungguh mereka sudah melanggar larangan Allah.

Allah pun marah. Mereka kemudian dikeluarkan dari surga dan sejak itu mereka tinggal di bumi. Mereka pun akhirnya menjadi manusia pertama yang tinggal di dunia yang fana. 


******