![]() |
| Jarry D Gray |
sumber :swaramuslim dan med
iaumat, berita muslim.com
Sang Embun Pagi Blogspot.co.id
**
![]() |
| Jarry D Gray |
Ben Halima Abderraouf lahir di Tunis pada tahun 1967 dari seorang ayah Tunisia dan seorang ibu Amerika.
|
|
| Syeikh Abderraouf B.Helmina |
Dia tumbuh besar di kedua budaya tersebut sampai dia memeluk Islam pada usia lima belas tahun. Dia sejak terlibat dalam belajar dan mengajar Islam melalui organisasi siswa, pemuda dan daawa.
Dia melanjutkan studinya di Prancis pada tahun 1986 lalu menetap di sana. Insinyur statistik dan ekonomi, juara matematika Olimpiade, ia juga belajar Quran dengan sepenuh hati meraih gelar master dalam bahasa Arab.
Setelah pengalaman yang luar biasa di daawa di berbagai komunitas dan negara, dia memberikan waktu penuh untuk kegiatan Islam sejak 1995 dan mendirikan sebuah rumah penerbitan Islam Prancis di mana dia menulis, menerjemahkan dan mengedit 20 buku, termasuk terjemahan Hayat Assahabah dari Al-Kandahlaoui.
Dia melatih Roqya secara profesional sejak 1997 dan sejak tahun 2005 menghabiskan sebagian besar tahun dalam tur untuk menjelaskan masalah Roqya dan syirik, merawat, melatih dan menginstal pusat Roqya di Afrika dan tempat lain.
Rupanya dia juga aktif berda'wah pada bangsa Jin. Dengan perantara seseorang yang diruqyah dalam metode terapinya, dia gunakan juga sebagai media dalam berda'wah dan mengajak memeluk Islam.
|
| Candi Borobudur |
Dia juga aktif bersama crew dalam membuat channel youtube. Salah satunya membahas mistery dibalik pembuatan Candi Borobudur yang terletak di Indonesia, sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia yang diakui oleh badan dunia UNESCO. (G.EL.B)
Sumber :
www.benhalimaabderraouf.fr/index.php/en/who-is-ben-halima/biography
Modify : G.EL Badrun
Mahmoud al-Halabi pernah menjadi sopir istri menteri Suriah. Sedangkan isterinya , Nour al-Hassan adalah seorang penata rambut.
![]() |
![]() |
| Foto By iStock galery |
![]() |
| Illustrasi By Pixabay |
Berikut ini adalah informasi menarik dari 7 suku kanibal paling berbahaya di dunia yang sampai saat ini masih terdengar keberadaanya.
![]() |
| Gbr.Illustrasi / Pixabay Galery |
1 SUKU KARIBIA
Nama suku inilah yang menjadi sebutan untuk orang yang memakan orang lain. Suku ini diketahui merupakan suku pertama di dunia yang melakukan praktek kanibalisme. Oleh para pelaut biasa disebut “The Carib people of the Lesser Antilles”. Nama ini diberikan oleh colombus dalam catatannya dengan menyebut nama “caniba” (yang merupakan kata lain dari kariba yang artinya “orang yang memakan orang”). Para suku karibia ini biasanya melakukan kanibalisme kepada musuhnya,namun semenjak masuknya agama kristen kesana,perlahan lahan budaya itu mulai hilang.
2 SUKU AZTEC
Suku aztec tidak diragukan lagi sebagai suku yang paling brutal sebelum ditemukannya benua amerika oleh colombus. Mereka melakukan ribuan pengorbanan menggunakan manusia tiap tahunnya. Korban biasanya dicabut jantungnya yang masih dalam keadaan berdetak selagi hidup. Lalu tubuhnya dijadikan masakan untuk dimakan beramai-ramai.
3 SUKU ASLI AMERIKA
![]() |
| Pixabay Galery |
Pada masa awal penaklukan benua amerika, banyak sejarawan bercerita bahwa suku-suku Indian di Amerika melakukan praktek kanibalisme. Walaupun sekarang masih jadi perdebatan namun banyak yang mengaku memiliki bukti praktek kanibalesme oleh suku-suku Indian. Contohnya suku indian karankawa di texas, pada tahun 1768 seorang pendeta yang berasal dari spanyol menyaksikan dan merekam ritual yang dilakukan karankawa kepada musuhnya yang disandera. Mereka mengelilingi korban tersebut dan secara bergantian memotong kulit/daging korbannya lalu memakan nya di depan mata korbannya.
4 SUKU SUKU DI AFRICA
Penduduk di benua ini masih melakukan praktek kanibalisme sampai saat ini. Walaupun secara kasat mata tidak pernah terlihat, banyak saksi mata melaporkan adanya aktivitas perdagangan organ tubuh manusia disana. Disertai bukti banyak warga pendatang yang hilang saat berlibur/melintas disana. Biasanya penculikan dilakukan oleh orang-orang kriminal. Disebutkan juga, pada saat perang Kongo ke 2 dan perang sipil di Liberia dan Sierra Leone sering terjadi aksi kanibalisme disana.
5 SUKU FIJI
![]() |
| Illustrasi Pixabay Galery |
Budaya kanibalisme juga diketahui telah menyebar di kawasan Polinesia dan Melanesia. Sebagai contoh, Fiji dikenal sebagi pulau para kanibalisme. Seorang kepala suku fiji mengakui telah memakan 875 orang dan sangat membanggakannya.
6 SUKU KOROWAI
Suku korowai di Papua, Indonesia diketahui sebagai suku yang masih tersisa di dunia dan melakukan kanibalisme hingga saat ini. Mereka biasanya memakan anggota sukunya yang dicurigai sebagai penyihir. Biasanya mereka memakan otaknya selagi masih dalam keadaan hangat. Kediaman mereka biasanya berada diatas pohon yang tinggi berguna untuk melindungi dari musuh-musuhya.
![]() |
| Pixabay Galery |
7 SUKU MAORI
Pada suatu ketika Nabi Musa telah memenuhi panggilan Allah subhana wa Ta'ala. Beliau naik ke gunung sinai (Thursina) setelah beliau menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadah sendirian diatas gunung itu. Allah SWT pun berfirman dan menurunkan Taurat kepada beliau.
![]() |
| Illustrasi Oleh Pixabay |
Kemudian Nabi Musa as pun sangat rindu untuk melihat wajah Sang Kekasih yang telah berkata-kata kepada nya, wajah Rabb nya.
" Dan tatkala Musa datang menurut waktu yang telah Kami tentukan . Dan telah berfirman Rabb nya kepadanya : berkatalah ia, ya Rabb perlihatkanlah (dirimu) keapadaku , agar aku dapat memandang Engkau"
Berkatalah Allah : Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihat-Ku, tetapi
arahkanlah pandangan engkau ke gunung itu. Maka jika ia tetap pada tempatnya
, niscaya engkau dapat melihat-Ku.
Setelah mendengar permintaan Nabi Musa as itu, kemudian Allah SWT berfirman
: "Wahai putra Imran, sesungguhnya tidak akan ada yang sanggup untuk melihat
KU, kemudian ia mampu untuk tetap hidup. "
Nabi Musa as berkata : Ya Rabbi, tidak ada sesuatupun yang menyekutui MU,
sesungguhnya melihat MU dan kemudian mati itu lebih aku sukai daripada aku
terus hidup tanpa melihat MU. Rabbi, sempurnakanlah nikmat, anugerah dan
hikmat MU kepada ku dengan mengabulkan permohonanku ini, setelah itu aku
rela mati "
Ibnu Abbas ra, sahabat Rasulullah saw meriwayatkan bahwa ketika Allah SWT
mengetahui Nabi Musa as ingin dikabulkan, maka berfirman Allah : " Pergilah
engkau, dan lihatlah batu di atas puncak gunung itu, duduklah engkau diatas
batu itu, kemudian Aku akan menurunkan bala tentara KU kepada mu. "
Dan ketika telah sampai di puncak batu tersebut, maka Allah pun menurunkan
bala tentaranya, para malaikat hingga langit ketujuh, untuk menampakkan diri
kepadaya. Diperintahkan para malaikat penghuni langit untuk menampakkan diri
di hadapan nabi Musa as. sambil mengeraskan suara tasbih, tahlil mereka,
bagaikan suara petir yang menyambar-nyambar.
Kemudian para malaikat penghuni langit kedua diperintahkan menampakkan diri,
dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam, mereka bersayap dan memiliki
raut muka, diantaranya ada yang berbentuk seperti singa. Berlalu di hadapan
Nabi Musa sambil mengeraskan suara -suara tasbihnya.
Mendengar teriakan-teriakan tersebut, Nabi Musa merasa ngeri dan kemudian
berkata : Ya Rabi, sungguh aku menyesal atas permohonanku. Apakah engkau
berkehendak untuk menyelamatkanku dari tempat ini ?
Pimpinan dari kelompok malaikat tersebut berkata :
Hai Musa, bersabarlah atas apa yang engkau minta, apa yang engkau lihat ini
baru sebagian kecil saja.
Allah SWT memerintahkan para penghuni langit ketiga turun. Lalu keluarlah
malaikat-malaikat yang tak terhitung jumlahnya dengan aneka ragam bentuk dan
warnanya. Ada yang seperti api yang menjilat-jilat, mereka memekikkan
tasbih, tahlil dengan suara hiruk pikuk menggelegar.
Nabi Musa semakin berputus asa. dan kelompok malaikat itu berkata : wahai
Musa, bersabarlah hingga engkau tidak akan sanggup lagi untuk
melihatnya.
Kemudian penghuni langit keempat turun.
Ada yang berbentuk seperti kobaran api yang menjilat-jilat, ada pula yang
seperti salju. Dengan suara melengking mereka memekikkan tasbih dan
tahlil.
Demikianlah , Penghuni dari setiap langit turun satu demi satu. Semua
malaikat tersebut bergerak maju sambil cahayanya menyambar semua mata yang
ada. Mereka datang membawa tombak yang sangat panjang dan lebar.
Tombak-tombak itu bagaikan api yang bersinar terang benderang melebihi sinar
matahari.
Nabi Musa as menangis dan meratap. Ya Rabbi, ingatlah aku, jangan Engkau
lupakan diriku. Aku adalah hamba Mu. Aku tidak mempunyai keyakinan bahwa aku
akan selamat dari tempat ini. Jika aku keluar maka aku akan terbakar, jika
aku masih disini aku akan mati.
Ketua para malaikat itu pun berkata : Nyaris dirimu dipenuhi ketakutan dan
nyaris hatimu terlepas wahai Musa. Tempat yang engkau gunakan untuk duduk
adalah tempat yang akan engkau pergunakan untuk melihat Rabb.
Kemudian turunlah malaikat Jibril as, Mikail as dan Israfil as, beserta
seluruh malaikat penghuni langit ketujuh, termasuk pemikul Al Arsy dan Al
Kursi. Mereka secara bersama-sama menghadap kepada Nabi Musa as sambil
berkata :
Wahai orang yang terus menerus salah. Apa yang menyebabkanmu naik ke atas
bukit ini. Mengapa engkau memberanikan diri meminta Rabbmu untuk dapat
melihat Nya ? Nabi Musa as gemetar hingga kedua lututnya seakan-akan luruh
dari persendian.
Ketika Allah SWT melihat itu, maka ditampakkanlah tiang-tiang penyangga Al
Arsy, lalu Nabi Musa as bersandar pada salah satu tiang tersebut hingga
hatinya tenang.
Malaikat Israfil berkata : Hai MUsa, demi Allah, kami ini sekalipun
pemimpin para malaikat, sejak kami diciptakan kami tidak berani mengangkat
pandangan mata kami ke arah Al Arsy. Karena kami sangat khawatir dan sangat
takut kepada Rabb. Mengapa engkau berani melakukan ini wahai hamba yang
lemah ?
Setelah hatinya tenang, Nabi Musa menjawab : Wahai Israfil, aku hanya ingin
mngetahui akan Keagungan Wajah Rabb ku yang selama ini aku belum pernah
melihatnya.
Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada langit : AKU akan menampakkan
Diri, bertajali pada gunung itu
Maka begetarlah seluruh langit dan bumi, gunung, matahari, bulan, mega,
surga , neraka, para malaikat dan samudera. Semua bersungkur sujud,
sementara Nabi Musa as masih memandang ke arah gunung itu.
Tatkala Rabbnya menampakkan diri diatas gunung , maka hancur luluhlah
gunung itu dan nabi Musa pun jatuh pingsan.
Nabi Musa as seakan -akan mati karena pancaran Cahaya Allah SWT yang Mulia
dan ia terjatuh dari batu dan batu itu sendiri terjungkal terbalik menjadi
semacam kubah yang menaungi nabi Musa as agar tidak terbakar Cahaya.
Kunjungi Juga:
Ketika Bumi Diciptakan
ADAM, Manusia Pertama